Tampa, Florida — Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, merilis laporan terbaru terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang pecah sejak 28 Februari 2026. Dalam pernyataan pers di Markas Besar CENTCOM, Tampa, Florida pada Kamis (5/3/2026), Cooper menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat telah berhasil menenggelamkan lebih dari 30 kapal militer Iran dalam enam hari pertempuran.
Salah satu kerugian terbesar Teheran tercatat pada karamnya kapal induk drone yang selama ini menjadi ancaman strategis bagi aset maritim AS di wilayah tersebut.
Intensitas Serangan Iran Menurun
Laksamana Cooper menambahkan bahwa meski pertempuran masih berlangsung sengit, intensitas serangan rudal balistik Iran menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan hari-hari awal agresi. Hal ini diyakini sebagai indikator keberhasilan langkah strategis AS dalam mengganggu rantai suplai dan pengintaian udara Iran di perairan internasional.
Keberhasilan melumpuhkan puluhan kapal perang ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk memastikan stabilitas navigasi dan keamanan maritim internasional.
Operasi Militer AS Terus Berlanjut
Washington menegaskan bahwa operasi militer di kawasan tersebut akan terus berlanjut hingga kondisi keamanan dan navigasi laut benar-benar terjamin. Sisa armada laut Republik Islam Iran kini dilaporkan dalam posisi defensif, sementara AS terus memantau pergerakan dan kesiapan mereka.
Laksamana Cooper menekankan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomasi dan keamanan global, guna mencegah eskalasi lebih luas di Timur Tengah.
Dampak Strategis
Analis militer menilai, tenggelamnya puluhan kapal perang Iran dan melemahnya kemampuan rudal balistik dapat mengubah dinamika konflik di wilayah tersebut. Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal kuat bagi negara-negara di kawasan agar tetap mematuhi hukum maritim internasional dan menjaga stabilitas perdagangan laut.
Ke depan, pengawasan internasional terhadap jalur pelayaran dan armada laut di kawasan Teluk Persia diperkirakan akan semakin intensif, seiring langkah-langkah mitigasi yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat.