Jakarta, 16 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia memperkuat komitmen terhadap pengembangan hunian modern dan terintegrasi dengan transportasi publik melalui pencanangan pembangunan rumah vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Blok G Manggarai, Jakarta Selatan.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting lintas sektor, antara lain Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Doni Oskaria, Wakil Kepala BPI Danantara Tedi Bharata, serta Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.
Hunian Vertikal Terintegrasi Transportasi
Di kawasan Manggarai, pembangunan hunian vertikal akan mencakup Blok G dan F, terdiri dari 8 tower setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian tipe 45 dan 52. Hunian ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai solusi mobilitas perkotaan yang efisien, terintegrasi langsung dengan stasiun kereta, mendukung konsep smart city, dan mengurangi kepadatan lalu lintas perkotaan.
“Pembangunan rumah vertikal berbasis TOD ini merupakan bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan BUMN dan pihak swasta untuk menghadirkan hunian yang terjangkau, nyaman, serta strategis secara lokasi,” ujar Hashim Djojohadikusumo dalam sambutannya.
Ekspansi Nasional: Bandung, Semarang, Surabaya
Tidak hanya di Jakarta, program hunian berbasis TOD juga akan diperluas ke kota-kota besar lainnya, antara lain:
Stasiun Kiaracondong, Bandung – 753 unit hunian
Kawasan Dr. Kariadi, Semarang – 1.042 unit hunian
Stasiun Gubeng, Surabaya – 1.489 unit hunian
Semua pengembangan memanfaatkan lahan milik PT KAI, sehingga optimalisasi aset BUMN turut mendukung penyediaan hunian strategis bagi masyarakat perkotaan.
Mendorong Urbanisasi Berkelanjutan
Pemerintah menegaskan bahwa konsep TOD tidak hanya menyasar kebutuhan hunian, tetapi juga sebagai strategi mengurangi tekanan urbanisasi, memperkuat konektivitas transportasi, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang ramah bagi masyarakat.
“Hunian vertikal berbasis TOD adalah jawaban terhadap tantangan perkotaan modern. Kita mengintegrasikan transportasi, hunian, dan infrastruktur publik agar masyarakat bisa tinggal dekat dengan stasiun, sekolah, dan pusat ekonomi,” kata Agus Harimurti Yudhoyono.
Program ini juga diharapkan menjadi stimulus ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas masyarakat perkotaan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta akan memperkuat tata kelola pembangunan kota yang terencana dan berkelanjutan.
Menuju Hunian Masa Depan
Dengan proyek hunian vertikal ini, Indonesia menegaskan komitmennya menghadirkan solusi hunian modern, efisien, dan inklusif bagi masyarakat perkotaan. Model TOD ini diharapkan menjadi blueprint pembangunan kota-kota besar lainnya di Indonesia, sekaligus mempersiapkan infrastruktur perkotaan untuk menghadapi urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
“Ini adalah langkah strategis untuk masa depan. Hunian vertikal berbasis TOD bukan sekadar tempat tinggal, tapi bagian dari visi Indonesia maju yang cerdas, hijau, dan terintegrasi,” tutup Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Sumber: PT Kereta Api Indonesia, Danantara, Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan