Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, meminta para orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Peringatan ini disampaikan menyusul semakin meluasnya peredaran narkotika yang kini menyasar kalangan remaja hingga ke wilayah pedesaan.
Hal tersebut disampaikan Suyudi saat kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika seberat 500 kilogram di Kantor BNN di kawasan Cawang, Jakarta.
Menurutnya, keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Karena itu, orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku maupun kondisi fisik anak sebagai bentuk deteksi dini.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tanda yang patut diwaspadai jika seorang remaja mulai terpapar narkoba. Di antaranya mata merah, rambut tampak acak-acakan, bau badan tidak terawat, jarang mandi, sering mengurung diri di kamar, mudah emosional, serta mengalami perubahan pola tidur hingga terbalik antara siang dan malam.
“Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus lebih peka terhadap perubahan anak sebagai langkah awal pencegahan,” ujarnya.
Selain pengawasan dari keluarga, BNN juga terus mendorong penguatan program Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba). Program ini bertujuan membangun ketahanan masyarakat desa terhadap ancaman narkotika.
Melalui program tersebut, BNN memastikan bahwa perangkat desa hingga tokoh masyarakat memiliki komitmen kuat untuk menjaga lingkungan mereka bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Suyudi menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat, terutama keluarga dan komunitas desa, menjadi kunci penting dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam bahaya narkotika.
Sumber: Kumparan