Economic Outlook 2026: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Fondasi Fiskal Kuat, Investasi Tembus Target, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

JAKARTA — Dalam forum Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara, pemerintah menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional yang mengedepankan fondasi fiskal kuat, efisiensi anggaran, dan percepatan transformasi struktural. Acara ini mempertemukan para Duta Besar negara sahabat, Menteri Kabinet Merah Putih, ekonom, akademisi, serta pelaku usaha, menegaskan sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa standar kinerja seluruh institusi negara harus terus ditingkatkan, agar setiap program dan kebijakan memberikan imbal hasil nyata dan dampak optimal bagi perekonomian rakyat.
“Setiap kebijakan dan investasi yang kita jalankan harus mampu memberi manfaat langsung bagi rakyat dan mendorong pertumbuhan nasional. Efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas kinerja harus menjadi standar,” tegas Presiden Prabowo.

Target Pertumbuhan 5,4–5,6%: Fondasi Fiskal Kuat

Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 berada di kisaran 5,4–5,6%. Target ini menegaskan keberlanjutan fondasi fiskal yang kuat, efisiensi pengelolaan anggaran, serta akselerasi investasi dan transformasi struktural yang sudah berjalan.
Pakar ekonomi menilai target tersebut realistis mengingat momentum pemulihan global dan domestik, didukung stabilitas politik, kebijakan pro-investasi, dan reformasi regulasi yang memperkuat iklim usaha.

Rekor Investasi 2025: Melebihi Target, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

Presiden Prabowo juga memaparkan capaian transformasi ekonomi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Realisasi investasi sepanjang 2025 berhasil menembus 101,3% dari target, tumbuh 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), dan menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja di seluruh sektor ekonomi.
Hasil ini juga tercermin dari peningkatan rating sovereign Indonesia yang setara BBB dengan outlook stabil, menegaskan kepercayaan investor internasional terhadap kebijakan ekonomi nasional.

Sinergi Lintas Sektor untuk Indonesia Maju

Forum Economic Outlook 2026 menekankan pentingnya sinergi lintas sektor: pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas internasional bekerja sama untuk memperkuat investasi strategis, infrastruktur, dan transformasi digital.
Investasi yang terukur dan berkelanjutan, menurut Presiden Prabowo, adalah kunci membangun ekonomi yang inklusif dan menyediakan lapangan kerja berkualitas, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Menuju Ekonomi yang Inklusif dan Berkeadilan

Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya angka statistik, tetapi berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi fiskal yang kuat, investasi meningkat, dan transformasi struktural berjalan, Indonesia diyakini siap menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *