TRENDING POST — Penghargaan IMI Jambi Achievement Award 2025 yang diterima Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menandai pengakuan atas geliat dunia otomotif dan event berskala besar di daerah. Namun di balik sorotan lampu panggung dan tepuk tangan seremoni, realitas jalanan Kota Jambi justru masih dipenuhi lubang, tambal sulam, dan keluhan warga.
Kontras ini bukan sekadar perbandingan visual. Ia memunculkan pertanyaan mendasar tentang skala prioritas pembangunan: sejauh mana prestasi dan penghargaan diterjemahkan menjadi perbaikan nyata yang menyentuh kebutuhan harian masyarakat.
Prestasi Olahraga vs Hak Dasar Warga
Tak ada yang menafikan dampak positif event otomotif. Ia menggerakkan ekonomi lokal, membuka ruang prestasi, dan memperkuat citra daerah. Namun bagi pengguna jalan harian—pedagang, ojek, buruh, pelajar, hingga keluarga,jalan yang layak bukan bonus kebijakan, melainkan hak dasar warga.
Di berbagai titik kota, jalan berlubang dan perbaikan darurat masih menjadi pemandangan rutin. Setiap lubang bukan sekadar kerusakan fisik, tetapi potensi kecelakaan, pemborosan biaya rumah tangga, dan ketimpangan akses mobilitas.
Tambal Sulam Tak Menyelesaikan Akar Masalah
Pola perbaikan tambal sulam berulang memantik kritik lama: apakah perencanaan infrastruktur sudah berbasis kualitas jangka panjang, atau masih terjebak pada solusi sementara? Jalan yang kembali rusak dalam hitungan bulan memicu keraguan publik terhadap mutu pekerjaan dan efektivitas pengawasan.
Jika event otomotif mampu dikelola dengan standar nasional ,tertib, profesional, dan terukur.
mengapa pembangunan jalan kota belum menunjukkan standar kualitas yang setara?
Momentum Evaluasi, Bukan Sekadar Euforia
Penghargaan sejatinya bukan titik akhir, melainkan cermin evaluasi. Prestasi di satu sektor idealnya mendorong percepatan perbaikan di sektor lain ,terutama yang langsung bersentuhan dengan keselamatan dan produktivitas warga.
Masyarakat berharap euforia IMI Award tidak berhenti di panggung seremoni, tetapi diterjemahkan menjadi komitmen konkret: perbaikan menyeluruh berbasis kualitas, transparansi proyek, dan pengawasan yang tegas dari hulu ke hilir.
Menjadi Catatan Penting bagi Pemerintah Daerah
Kondisi jalan rusak Kota Jambi hari ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Kota yang hebat tidak hanya diukur dari banyaknya event atau penghargaan, tetapi dari seberapa aman warganya melintasi jalan setiap hari.
Sebelum bicara prestasi nasional, warga hanya ingin pulang ke rumah tanpa harus menghindari lubang di jalan sendiri,bahkan ada yang sering bocor ban karena batu batuan yang keras dan tajam. Kritik ini bukan penolakan atas capaian, melainkan panggilan agar arah pembangunan lebih membumi ,menyentuh denyut kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.