Jakarta — Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarrok, mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menghormati dan menyikapi secara dewasa setiap kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, termasuk langkah strategis Indonesia bergabung dengan Board of Peace, forum perdamaian internasional bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan ini disampaikan Rizkan menyikapi berbagai informasi dan diskursus publik yang berkembang pasca pertemuan Presiden Prabowo dengan 16 organisasi Islam nasional, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah, di Istana Negara pada Selasa (3/1).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan penjelasan langsung mengenai pertimbangan geopolitik dan kemanusiaan Indonesia bergabung dengan Board of Peace, salah satunya agar Indonesia dapat berperan lebih konkret, aktif, dan strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.
“Sebagai bangsa besar, Indonesia harus berpikir jauh ke depan. Presiden Prabowo bukan pemimpin seremonial, tetapi pemimpin strategis. Setiap kebijakan luar negeri pasti dihitung dengan matang untuk kepentingan rakyat dan posisi Indonesia di mata dunia,” tegas Rizkan Al Mubarrok .
Rizkan menilai, sikap terbuka Presiden Prabowo yang melibatkan organisasi-organisasi Islam arus utama dalam menjelaskan kebijakan negara merupakan contoh kepemimpinan demokratis, transparan, dan bertanggung jawab.
“Ketika NU, Muhammadiyah, MUI, dan tokoh-tokoh pesantren menyatakan memahami dan mendukung, itu menandakan kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan melalui pertimbangan moral, kemanusiaan, dan kepentingan nasional,” ujarnya.
Lebih jauh, Rizkan mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada narasi provokatif, spekulasi liar, atau framing yang sengaja memecah belah kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi menghormati kepala negara adalah kewajiban konstitusional. Kita boleh mengkritik, tapi jangan menihilkan niat baik dan perjuangan Presiden Prabowo untuk rakyat Indonesia dan kemerdekaan Palestina,” kata Rizkan.
Sebagai tokoh pers dan aktivis jurnalisme independen, Rizkan juga menyerukan kepada insan media agar menyajikan informasi secara objektif, berimbang, dan tidak memperkeruh suasana nasional maupun internasional.“
Media harus menjadi jembatan pencerahan, bukan alat agitasi. Dalam isu global sensitif seperti Palestina, Indonesia justru membutuhkan pers yang dewasa dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Rizkan menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh bahwa Presiden Prabowo Subianto akan tetap berjalan di jalur kepentingan rakyat, konstitusi, dan martabat bangsa Indonesia di panggung dunia.
Catatan Redaksi :
Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bergabungnya Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace dipandang sebagian kalangan sebagai upaya memperluas pengaruh diplomasi aktif Indonesia di tingkat global.