Pasar kerja global melambat sejak 2024. Pertumbuhan lapangan kerja formal berada di bawah 2 persen per tahun.
Otomatisasi dan efisiensi biaya menekan rekrutmen.
Upah riil tumbuh lambat. Kenaikan upah rata-rata 3 sampai 4 persen per tahun. Inflasi historis berada di atas level tersebut sehingga daya beli stagnan.
Pekerja muda paling terdampak. Tingkat pengangguran usia 18 sampai 29 tahun berada di atas rata-rata nasional. Kontrak jangka pendek dan kerja informal mendominasi.
Sektor dengan serapan tenaga kerja tertinggi masih perdagangan jasa dan logistik. Sektor dengan produktivitas tinggi seperti teknologi dan manufaktur canggih menyerap tenaga kerja lebih sedikit.
Di Indonesia, kontribusi sektor informal masih di atas 55 persen. Produktivitas per pekerja tertinggal dibanding negara industri Asia.
Perbedaan upah antar sektor melebar.
Pola utama yang terlihat adalah pertumbuhan ekonomi tidak lagi sejalan dengan pertumbuhan lapangan kerja. Jobless growth makin nyata.
Tanpa peningkatan produktivitas dan industrialisasi ekonomi akan tumbuh tanpa menciptakan kesejahteraan luas.